Muhammad Faza Hazmi Alfitri, 2024, Implementasi Sorogan Al-Qur’an Dengan Media Tahsin Dalam Upaya Pengelompokan Baca Al-Qur’an. Tesis. Jurusan Pendidikan Agama Islam Institut Sunan Giri (INSURI) Ponorogo, Pembimbing 1: Dr. Asaduddin Luqman, M.Pd.I., Pembimbing 2: Dr. Nurul Malikah, M.Pd. Kata kunci : Sorogan; Media Tahsin; Kelompok. Belajar Al – Qur’an adalah kewajiban bagi setiap orang islam, walaupun demikina masih banyak ditemukan santri pondok Tremas yang belum khatam 30 juz dilatar belakangi belum adanya silabus capaian pembelajran, juga dilatarbelakangi keterbatasan waktu sorogan dibanding kegiatan ngaji bandongan, Maka dengan ini peneliti tertarik meneliti terkait: (1.) Bagaimana konsep sorogan Al-Quran dengan media tahsin dalam upaya pengelompokan baca Al – Qur’an santri El - Yamin Pondok Tremas, (2.) Bagaimana Implementasi pelaksanaan sorogan Al – Qur’an dengan media tahsin sebagai upaya pengelompokan baca Al Qur’an santri El - Yamin Pondok Tremas, (3.) Bagaimana implikasi dari implementasi penerapan sorogan Al – Qur’an dengan tahsin dalam upaya pengelompokan baca Al – Qur’an berkontribusi meningkatkan kualitas bacaan Al-Quran santri El - Yamin Pondok Tremas Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Lokasi penelitian ini adalah di Ma’hadiyah Pondok Tremas. Sedangkan sebagai informannya adalah Rois Ma’hadiyah, Sekretaris Ma’hadiyah, Penasehat Asrama El – Yamin, Mu’allim RMQ, Beberapa santri Elyamin, Wali santri dan LPM Pondok Tremas. Data yang diperoleh diklasifikasikan dan dikatagorisasikan berdasrkan fokus masalah yang tertentu, selanjutnya dianalisis serta diintrerpretasikan secara deskriptif. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan : (1.) Konsep metode sorogan Al-Qur'an di Pondok Tremas adalah pembelajaran individu, di mana santri membaca di hadapan mu’allim untuk mendapatkan koreksi langsung dengan panduan tajwid dari kitab Tuhfatul Athfal. (2.) Implementasi sorogan Al-Qur'an dilaksanakan tiga kali seminggu secara berkelompok, dengan absensi dan evaluasi tiga kali setahun serta monitoring oleh LPM untuk meningkatkan kualitas bacaan santri. (3.) Implikasi penerapan sorogan Al – Qur’an menunjukkan peningkatan jumlah santri yang lulus dari 146 pada ujian pertama menjadi 163 pada ujian kedua, serta penurunan jumlah santri yang tidak lulus, mengindikasikan efektivitas metode ini.