Sikap tawadhu’ (rendah hati) dan ta’awun (tolong menolong) merupakan bagian penting dari pembentukan karakter peserta didik yang selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam. Namun, dalam praktiknya, nilai-nilai tersebut masih sering kurang terinternalisasi secara optimal dalam pembelajaran di madrasah. Oleh karena itu, MI Islamiyah Genggong berupaya untuk membentuk sikap tawadhu’ dan ta’awun melalui metode role playing dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis 1) Penerapan metode role playing pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dalam membentuk sikap tawadhu’ di MI Islamiyah Genggong Jogorogo Ngawi, 2) Penerapan metode role playing pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dalam membentuk sikap ta’awun di MI Islamiyah Genggong Jogorogo Ngawi, 3) Implikasi penerapan metode role playing dalam membentuk sikap tawadhu’ dan ta’awun di MI Islamiyah Genggong Jogorogo Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik. Analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan mengacu pada model Milles B.Huberman yang terdiri dari tiga tahapan analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Penerapan metode role playing dalam membentuk sikap tawadhu’ dilakukan dengan tiga tahapan pembelajaran yaitu tahap prainstruksional, tahap instruksional, dan tahap evaluasi tindak lanjut. Sikap tawadhu’ yang dibentuk adalah tawadhu’ terhadap guru dan tawadhu’ terhadap sesama teman belajar; 2) Penerapan metode role playing dalam membentuk sikap ta’awun memperhatikan tiga prinsip yaitu role taking, role making, dan role negotiation. Sikap ta’awun yang dibentuk berlandaskan pada konsep ta’awun dalam kebajikan, loyalitas antar muslim, upaya itihad atau persatuan, serta menghindari permusuhan; 3) Implikasi penerapan metode role playing dalam membentuk sikap tawadhu’ ditunjukkan dalam sikap menghormati guru, mencium tangan guru, menunduk saat berjalan didepan guru, mengucapkan salam saat bertemu guru, bersikap sopan dan bertutur kata yang baik pada guru dan teman sebaya. Sedangkan implikasi pada sikap ta’awun ditunjukkan dengan sikap bergotong royong dalam kegiatan jum’at bersih, saling berbagi makanan, bekerja sama dalam tugas kelompok, tidak memilih-milih teman, menjenguk teman yang sakit dengan inisiatif, memberikan donasi sukarela untuk teman yang tertimpa musibah, dan mendamaikan teman yang bertengkar Kata Kunci : Sikap Tawadhu’, Sikap Ta’awun, Metode Role Playing