Detail Tesis


Tesis
HIDAYATUL MAGHFIROH
Dibaca 43 kali
Yudisium 2025-11-07

STRATEGI GURU AKIDAH AKHLAK DALAM PEMBENTUKAN KEDISIPLINAN DAN KESANTUNAN BERBAHASA SISWA DI MI SAILUL ULUM PAGOTAN MADIUN


Abstraksi :

Pendidikan merupakan proses sadar dan terencana untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang berguna bagi dirinya dan masyarakat. Dalam konteks tersebut, mata pelajaran Akidah Akhlak berperan penting dalam membentuk karakter, terutama dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kesantunan berbahasa. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang kurang disiplin dan kurang santun dalam berkomunikasi, sehingga peran strategi guru Akidah Akhlak perlu dikaji secara lebih mendalam. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana strategi guru Akidah Akhlak dalam membentuk kedisiplinan siswa di MI Sailul Ulum Pagotan Madiun; 2) Bagaimana strategi guru Akidah Akhlak dalam membentuk kesantunan berbahasa siswa di MI Sailul Ulum Pagotan Madiun; dan 3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat penerapan strategi guru Akidah Akhlak dalam membentuk kedisiplinan siswa di MI Sailul Ulum Pagotan Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi di MI Sailul Ulum Pagotan Madiun. Subjek penelitian meliputi guru Akidah Akhlak, kepala madrasah, wali kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model analisis interaktif menurut John W. Creswell yang meliputi: reduksi data, karegorisasi dan koding data, penyajian data, penemuan tema dan pola, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru Akidah Akhlak dalam membentuk kedisiplinan dan kesantunan berbahasa ada empat, yaitu: keteladanan (uswah hasanah), pembiasaan, nasehat dan motivasi, serta pengawasan dan penegakan aturan. Guru menjadi teladan utama dalam sikap disiplin dan tutur kata sopan, sementara pembiasaan dilakukan melalui kegiatan religius seperti doa pagi, tadarus Al-Qur’an, dan salat dhuha berjamaah. Strategi nasehat dan motivasi diterapkan dengan pendekatan humanis untuk menumbuhkan kesadaran spiritual siswa, sedangkan pengawasan dilakukan dengan cara persuasif tanpa hukuman keras. Hasil penelitian juga menemukan bahwa keberhasilan strategi tersebut didukung oleh lingkungan madrasah yang religius, dukungan kepala madrasah, dan kerja sama antar guru. Adapun faktor penghambatnya antara lain perbedaan latar belakang keluarga, pengaruh media sosial, serta karakter siswa yang beragam. Meskipun demikian, hambatan tersebut dapat diminimalisir melalui keteladanan dan pembinaan berkelanjutan.


...
Chad Active 2h ago
...
Chad
Hello, Rian
12.31
Hello, Chad
What's up?
12.35
...
Chad
Thanks
When is the deadline of the project we are working on ?
13.00
The deadline is about 2 months away
13.10
...
Chad
Ok, Thanks !
13.15
Today
Tomorrow
Add Task
General Settings
  • Enable Notifications
  • Signin with social media
  • Backup storage
  • SMS Alert
Notifications
  • Email Notifications
  • New Comments
  • Chat Messages
  • Project Updates
  • New Tasks