Aris Umami, Muh. 2025. Strategi Kepala Madrasah Diniyah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Dan Minat Masyarakat Melalui Manajemen Humas Di Madrasah Diniyah Ar-Rohman Mlilir Dolopo Madiun. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana, Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo. Pembimbing (I) Dr. Samsudin, M.Pd, Pembimbing (II) Dr. Arik Dwijayanto, M.A Kata Kunci: Strategi Kepala Madrasah, Mutu Pendidikan, Minat Masyarakat, Manajemen Humas Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala Madrasah Diniyah Ar-Rohman dalam meningkatkan mutu pendidikan dan minat masyarakat melalui penerapan manajemen humas. Rumusan masalah yang diangkat meliputi: (1) bagaimana penerapan manajemen humas di Madrasah Diniyah Ar-Rohman untuk meningkatkan mutu pendidikan, (2) bagaimana penerapan manajemen humas di Madrasah Diniyah Ar-Rohman untuk meningkatkan minat masyarakat, (3) bagaimana dampak strategi humas terhadap minat masyarakat, dan (4) apa saja tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, serta teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian peneliti melakukan analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman sehingga mendapatkan hasil yang final dari sebuah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) manajemen humas di Madrasah Diniyah Ar-Rohman menjadi strategi penting untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penguatan relasi sosial, partisipasi masyarakat, dan iklim lembaga yang terbuka. (2) Manajemen humas di Madrasah Diniyah Ar-Rohman dilakukan melalui pendekatan sosial-religius seperti pengajian, dzikir bersama, kerja bakti, dan komunikasi personal dengan wali santri serta tokoh masyarakat. (3) Strategi humas ini berdampak positif terhadap peningkatan minat masyarakat, yang ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah peserta didik dan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan madrasah. (4) Namun, pelaksanaannya menghadapi tantangan berupa keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran pendidikan, dan minimnya penggunaan media modern. Kepala madrasah mengatasi hal tersebut dengan membangun jejaring sosial dan komunikasi langsung yang efektif.