Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya remaja yang sulit untuk melakukan salat berjamaah, salah satunya remaja yang berada di MTs Negeri 4 Ponorogo. Hal ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran diri mereka akan pentingnya melaksanakan salat berjamaah. Dari hal inilah peneliti melihat peran pendidikan untuk dapat membangun kesadaradan seorang anak untuk berdisiplin dalam melakukan salat berjamaah. Diantara beberapa faktor lingkungan pendidikan yang mempengaruhi perkembangan anak, faktor orang tua dan guru merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan anak, karena orang tua mendidik dan mendampingi anak di rumah, sedangkan guru mendidik dan mendampingi anak di sekolah. Maka dari itu, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana pendampingan orang tua dan guru dalam memperkuat kedisiplinan salat berjamaah siswa di MTs Negeri 4 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan penelitian fenomenologi dengan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non partisipatif secara langsung, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analsis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, pendampingan orang tua dalam memperkuat kedisiplinan salat berjamaah anak dilakukan dengan menjadi pengingat yang selalu mengingatkan anak-anaknya ketika waktu salat tiba, memberikan pemahaman tentang pentingnya salat berjamaah, memberikan contoh langsung dengan ikut mendampingi salat bersama mereka, serta memberikan umpan balik dengan perasaan senang dan bangga yang ditunjukkan kepada anak-anaknya. Kedua, pendampingan guru dalam memperkuat kedisiplinan salat berjamaah anak dilakukan dengan didakannya program salat berjamaah di sekolah untuk melatih kedisiplinan salat berjamaah siswa, mengabsensi kehadiran salat berjaamaah, memberikan arahan dan evaluasi sebelum dan sesudah salat berjamaah, dan memberikan pengawasan langsung dengan ikut salat bersama. Ketiga, Pendampingan kolektif orang tua dan guru dan pengaruhnya dalam memperkuat kedisiplinan salat berjamaah siswa dilakukan dengan dibuatkannya buku penghubung sebagai sarana komunikasi antara orang tua dan guru dalam mengawasi kedisiplinan salat berjamaah siswa.