Al-Hadiq, Afifudin. 2024. Penguatan Kecerdasan Sosial dan Spiritual Melalui Kegiatan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani di Pondok Pesantren Al Barokah Magunsuman Ponorogo. Tesis. Program studi Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo. Pembimbing (1) Dr. Asaddudin Luqman, M.Pd.I., Pembimbing (2) Arik Dwijayanto, M.A. Kata Kunci: kecerdasan spiritual, kecerdasan sosial, manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani Penguaan kecerdasan spiritual dan sosial santri melalui kegiatan Syekh Abdul Qadir Jailani dengan dilatar belakangi Fenomena krisis spiritual dan sosial di era modern, di mana individu sering merasa hampa meskipun telah mencapai kesuksesan materi dan merasa kurang dalam bertemu orang baru menunjukkan pentingnya kecerdasan sosial dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji (1) proses penguatan kecerdasan Sosial Santri melalui Kegiatan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani di pondok pesantren Al-Barokah, (2) proses penguatan kecerdasan spiritual Santri melalui Kegiatan Manaqib Syekh Abdul Qadir Jailani di pondok pesantren Al-Barokah, (3) Peran penguatan kecerdasan Sosial dan kecerdasan spiritual melalui kegiatan Manaqib Syaikh Abdul Qadir Aljilani dalam Menghadapi Era Digital. Dalam penelitian ini metode yang digunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan jenis penelitian field research yakni penelitian lapangan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Barokah Mangunsuman Ponorogo. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dapat dilakukan secara trianggulasi (gabuangan observasi, wawancara, dokumentasi), data yang dianalisis dengan cara ?mereduksi yang tidak relevan, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan analisis ditemukan bahwa (1) Kecerdasan sosial adalah kemampuan untuk berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, dan menjalin hubungan baik dengan orang lain. Kegiatan manaqib dapat meningkatkan kecerdasan sosial dengan meningkatkan kemampuan mendengarkan, respons penuh perhatian, dan pembentukan hubungan yang lebih kuat dan komunikatif. Oleh karena itu, manaqib dapat dianggap sebagai cara yang efektif untuk meningkatkan kecerdasan sosial sambil meninggikan orang lain. (2) Kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang menemukan harapan, makna, dan ?ketenangan dalam hidup, serta berhubungan erat dengan Tuhan, Allah SWT. Pondok Pesantren Al-Barokah melalui kegiatan manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani, serta kegiatan keagamaan lainnya, membantu santri mengembangkan kecerdasan spiritual mereka. Kecerdasan ini terlihat dari peningkatan disiplin, ketenangan, dan kesadaran spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini tidak hanya mendekatkan santri kepada Tuhan tetapi juga membantu mereka menjadi individu yang lebih baik dan bermakna dalam masyarakat. (3) Kegiatan Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani memiliki nilai yang sangat penting dalam menghadapi tantangan era digital saat ini. Tradisi ini tidak hanya mengenang dan mempelajari kehidupan serta ajaran seorang sufi besar, tetapi juga memberikan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi generasi muda. Melalui kombinasi antara tradisi manaqib dan media digital, generasi muda dapat tetap terhubung dengan nilai-nilai spiritual sambil memanfaatkan teknologi secara bijak. Hal ini membantu mereka dalam membangun karakter yang kuat, disiplin, dan bijak dalam penggunaan teknologi serta media sosial, sehingga mereka dapat berkontribusi positif dalam masyarakat. Dengan demikian, kegiatan manaqib tidak hanya menjaga kekayaan budaya spiritual, tetapi juga relevan dalam membentuk individu yang siap menghadapi kompleksitas zaman modern.