Data dan fakta menunjukkan banyaknya kasus intoleransi yang terjadi di lembaga pendidikan di Indonesia. Dengan demikian maka dibutuhkan solusi atas keniscayaan keberagaman yang menciptakan suasana keharmonisan dalam menjalankan kehidupan berneragara dan beragama dengan moderasi beragama. Sekolah menjadi medan arena utama dalam meneguhkan nilai-nilai pancasila dan moderasi beragama. Salah satu langkah tepat untuk meneguhkan nilai-nilai tersebut adalah melalui peran duta moderasi beragama. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana pelaksanaan internalisasi dan penguatan literasi digital pada program duta moderasi beragama di MAN 1 Magetan?, 2) Bagaimana konsep internalisasi dan penguatan literasi digital pada program duta moderasi beragama di MAN 1 Magetan?, 3) Bagaimana hasil internalisasi dan penguatan literasi digital pada program duta moderasi beragama di MAN 1 Magetan?. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dengan pengumpulan data, mereduksi reduksi kemudian melakukan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data menggunakan metode triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan Internalisasi dan Penguatan literasi digital pada program duta moderasi yaitu dengan adanya kegiatan pemilihan dan pelantikan duta moderasi beragama; mensosialisasikan dan mengadakan games mengenai materi moderasi beragama; program Kusemai Nilai; dan Training Center; 2) Konsep internalisasi program duta moderasi beragama di MAN 1 Magetan yaitu adanya arahan dari DWP Kemenag magetan untuk membuat program duta moderasi beragama dengan melaksanakan program kegiatan yang telah dibuat dan mensosialisasikan materi mengenai moderasi beragama, 3) Hasil Internalisasi dan Penguatan literasi digital pada program duta moderasi beragama yaitu adanya fasilitas yang memadai dalam pelaksanaan setiap program kegiatan. Kata Kunci: Internalisasi, Literasi Digital, dan Duta Moderasi Beragama