ABSTRAK A. NASIH AHBAB, PERAN PENGABDIAN DAN LINGKUNGAN SOSIAL PESANTREN TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER KEIKHLASAN SANTRI KELAS AKHIR DI PONDOK PESANTREN WALI SONGO NGABAR. Pembimbing: Dr. Jauhan Budiwan, M.Ag dan Dr. Moh. Masduki, M.S.I. 2025 Dalam konteks pendidikan Islam, pesantren memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual melalui sistem kehidupan yang menyeluruh. Salah satu tradisi khas pesantren adalah pengabdian, yaitu bentuk pengabdian santri kepada lembaga dan masyarakat sekitar. Pengabdian tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas sosial, tetapi juga sebagai sarana pembinaan moral dan spiritual yang menumbuhkan nilai keikhlasan. Selain itu, lingkungan sosial pesantren yang religius, disiplin, dan berorientasi pada kebersamaan turut memperkuat proses pembentukan karakter tersebut. Penelitian ini untuk memahami secara mendalam peran pengabdian dan lingkungan sosial pesantren dalam membentuk karakter keikhlasan santri kelas akhir di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan strategi fenomenologis, karena berupaya mengungkap makna pengalaman santri dalam menjalani proses pengabdian sebagai bagian dari pendidikan karakter. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, dengan partisipan yang terdiri atas santri kelas akhir, ustadz pembimbing, dan pengurus pesantren. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman, melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian memiliki peran penting dalam membentuk karakter keikhlasan santri. Melalui aktivitas pengabdian, santri belajar disiplin, tanggung jawab, serta beramal tanpa pamrih. Proses ini melatih santri untuk menundukkan ego dan menanamkan kesadaran spiritual bahwa setiap amal bernilai ibadah apabila dilandasi niat yang tulus. Sementara itu, lingkungan sosial pesantren yang harmonis dan religius berperan sebagai faktor penguat, karena menumbuhkan kebiasaan kolektif dalam berbuat baik, saling membantu, dan meneladani perilaku kiai sebagai figur moral. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pengabdian dan lingkungan sosial pesantren membentuk karakter keikhlasan santri secara efektif dan berkelanjutan. Implikasi hasil penelitian ini menunjukkan bahwa khidmah dapat dikembangkan sebagai model pendidikan karakter berbasis pengalaman (experiential character education) dalam konteks pendidikan Islam modern Kata Kunci: pengabdian, lingkungan sosial pesantren, karakter keikhlasan