Kejujuran terhadap anak perlu ditanamkan sejak dini terutama di lingkungan keluarga. Teman sebaya sangat berperan dalam kejujuran siswa terutama di sekolah, misalnya siswa berteman dengan anak yang bersifat jujur pasti akan terdorong untuk ikut berbuat jujur. Tujuan penelitian ini untuk (1) menganalisis pengaruh signifikan pola asuh orangtua terhadap kejujuran siswa di Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an Nurul Iman, (2) menganalisis pengaruh signifikan interaksi teman sebaya terhadap kejujuran siswa di Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an Nurul Iman, dan (3) menganalisis pengaruh signifikan secara bersama-sama pola asuh orangtua dan interaksi teman sebaya terhadap kejujuran siswa di Madrasah Ibtidaiyah Tahfidzul Qur’an Nurul Iman. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan angket sebagai instrument penelitiannya. Pada penelitian ini variabel bebasnya (independent) adalah pengaruh pola asuh orangtua (X1) dan interaksi teman sebaya (X2), sedangkan variabel terikatnya (dependent) adalah kejujuran siswa (Y). Data dikumpulkan dari siswa kelas II dan III yang berjumlah 35 orang. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis dengan metode regresi berganda, uji t, dan uji F dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis penelitian dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) variabel pola asuh orangtua ada pengaruh signifikan terhadap kejujuran siswa dengan perolehan nilai thitung < ttabel (7.957 > 2.03693), dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel pola asuh orangtua secara sendiri-sendiri ada pengaruh terhadap kejujuran siswa, (2) variabel interaksi teman sebaya tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kejujuran siswa dengan dibuktikan perolehan nilai thitung < ttabel (-0.071 < 2.03693), dengan nilai signifikansi 0,943>0,05, maka disimpulkan bahwa variabel interaksi teman sebaya secara sendiri-sendiri tidak berpengaruh terhadap kejujuran siswa, dan (3) variabel pola asuh orangtua dan interaksi teman sebaya secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kejujuran siswa dengan dibuktikan dari nilai Fhitung (31.700) > Ftabel (3.29) dan tingkat signifikansi 0.000 < 0,05. Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai signifikansi uji serempak (uji F) diperoleh nilai 0,000, dengan demikian nilai signifikansi yang diperoleh lebih kecil daripada probabilitas ? yang ditetapkan (0.000 < 0,05). Jadi H0 ditolak dan Ha diterima. Dari analisis uji F dapat ditarik kesimpulan ada pengaruh signifikan secara bersama-sama antara pola asuh orangtua dan interaksi teman sebaya terhadap kejujuran siswa di MI Tahfidzul Qur’an Nurul Iman.