Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh metode At-Tartil terhadap kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an santri; (2) pengaruh pembinaan guru terhadap kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an santri; dan (3) pengaruh simultan metode At-Tartil dan pembinaan guru terhadap kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an santri di TPA Al-Musyarrof, Desa Bantengan, Kabupaten Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan desain Survei Korelasional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 280 santri aktif dan 15 guru pengajar. Pengambilan sampel dengan jumlah responden sebanyak 55 orang (40 santri dan 15 guru). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui beberapa tahapan, meliput uji deskriptif statistik, uji normalitas, uji linieritas, uji one sample T test (uji T), uji regresi linier berganda (uji F). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Metode At-Tartil berpengaruh signifikan terhadap kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an, dengan rata-rata skor 87,98 dan signifikansi 0,000. (2) Pembinaan Guru juga berpengaruh signifikan, dengan rata-rata 87,07 dan signifikansi 0,000. (3) Hasil uji koefisien regresi secara parsial menunjukkan bahwa Metode At-Tartil (sig. 0,489) dan Pembinaan Guru (sig. 0,413), keduanya > 0,05, tidak berpengaruh signifikan secara individu. Hasil uji Collinearity Statistics menunjukkan nilai Tolerance dan VIF masing-masing sebesar 1.000, menandakan tidak adanya gejala multikolinearitas antar variabel independen. Metode dan pembinaan belum mampu menjelaskan variasi kemampuan santri secara menyeluruh. Diperlukan pendekatan yang lebih terintegrasi dengan mempertimbangkan faktor lain seperti kesiapan kognitif peserta didik dan dukungan lingkungan belajar.